10 April 2026
Berita
Oleh Marketing IDPublishing

Menulis artikel jurnal ilmiah sering terasa seperti “level berikutnya” bagi banyak mahasiswa. Bukan cuma soal menulis, tapi juga soal struktur, metodologi, hingga standar akademik yang ketat. Kabar baiknya, cara menulis jurnal ilmiah itu bisa dipelajari secara sistematis, bahkan dari nol sekalipun. Artikel ini akan memandu kamu langkah demi langkah, dari menentukan topik sampai siap submit ke jurnal.

Kenapa Mahasiswa Perlu Bisa Menulis Jurnal Ilmiah?

  • Meningkatkan kualitas akademik
  • Memperkuat CV untuk beasiswa atau karier
  • Membuka peluang publikasi (SINTA, Scopus, dll)
  • Melatih kemampuan riset dan berpikir kritis

Dari Penting ke Praktis: Mulai dari Struktur Dasarnya

Setelah memahami kenapa kemampuan ini penting, pertanyaan berikutnya adalah: harus mulai dari mana? Jawabannya sederhana: mulai dari memahami struktur dasar artikel jurnal ilmiah. Banyak mahasiswa langsung menulis tanpa arah, yang akhirnya membuat artikel terasa tidak terstruktur dan sulit dipahami. Padahal, kunci utama dalam cara menulis jurnal ilmiah adalah memahami kerangka dasarnya terlebih dahulu.
Struktur ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi “peta” yang akan memandu alur tulisan kamu dari awal hingga akhir. Dengan memahami struktur ini, kamu tidak lagi menulis secara acak, tetapi mengikuti alur yang sudah diakui secara akademik.

Memahami Struktur Artikel Jurnal Ilmiah (IMRAD)
Introduction (Pendahuluan)

  • Latar belakang masalah
  • Gap penelitian
  • Tujuan penelitian

Methods (Metodologi)

  • Jenis penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Metode analisis

Results (Hasil)

  • Data dan temuan utama
  • Penyajian dalam tabel/grafik

Discussion (Pembahasan)

  • Interpretasi hasil
  • Perbandingan dengan penelitian lain
  • Implikasi penelitian

Cara Menentukan Topik Penelitian yang Tepat

  • Pilih topik yang spesifik
  • Pastikan ada masalah nyata
  • Memiliki unsur kebaruan (novelty)
  • Didukung referensi yang cukup

Cara Melakukan Studi Literatur yang Efektif

  • Fokus pada jurnal terbaru (5–10 tahun terakhir)
Menyusun Kerangka Artikel Sebelum Menulis
  • Judul
  • Pendahuluan
  • Metodologi
  • Hasil
  • Pembahasan
  • Kesimpulan
Kerangka membantu menjaga alur tetap logis dan terarah.

Strategi Menulis agar Tidak Stuck
Mulai dari bagian yang paling mudah:

  • Metodologi
  • Hasil
  • Pembahasan
  • Pendahuluan
  • Kesimpulan

Penggunaan Bahasa dalam Jurnal Ilmiah

  • Formal dan objektif
  • Tidak menggunakan opini pribadi
  • Kalimat jelas dan efisien

Teknik Sitasi dan Referensi yang Benar

  • Gunakan gaya sitasi sesuai jurnal (APA, IEEE, dll)
  • Pastikan semua kutipan memiliki referensi
  • Konsistensi adalah kunci

Pentingnya Revisi dalam Penulisan Jurnal

  • Perbaiki struktur dan alur
  • Cek grammar dan kejelasan
  • Sederhanakan kalimat

Menyesuaikan Artikel dengan Author Guidelines

  • Format penulisan
  • Template jurnal
  • Jumlah kata
  • Gaya sitasi

Banyak artikel ditolak hanya karena tidak sesuai guideline.

Proses Submit dan Review Jurnal Ilmiah

  • Submit artikel
  • Review oleh reviewer
  • Revisi (1–3 kali)
  • Accepted / Rejected

Tantangan Umum Mahasiswa dalam Publikasi

  • Bingung proses submit
  • Tidak tahu memilih jurnal yang tepat
  • Takut ditolak reviewer
  • Kurang memahami standar jurnal

Kesimpulan

Menulis jurnal ilmiah adalah proses yang bisa dipelajari secara bertahap. Dengan memahami struktur, strategi penulisan, dan standar publikasi, mahasiswa memiliki peluang besar untuk berhasil publish.


Ingin Artikelmu Benar-Benar Terbit?
Menulis artikel adalah satu hal. Berhasil publish di jurnal ilmiah adalah tantangan yang berbeda.
Banyak mahasiswa berhenti di tahap:

  • Bingung memilih jurnal yang sesuai
  • Tidak memahami sistem submission
  • Kesulitan menghadapi proses review
Di sinilah peran IDPublishing menjadi relevan. IDPublishing berfokus pada pendampingan publikasi jurnal ilmiah, mulai dari:
  • Pemilihan jurnal yang tepat
  • Proses submit artikel
  • Pendampingan selama proses review
  • Hingga artikel kamu berhasil terbit
Jika kamu ingin memastikan artikelmu tidak berhenti di draft, tapi benar-benar publish, kamu bisa mulai eksplor di IDPublishing