27 April 2026
Berita
Oleh Marketing IDPublishing

Menulis artikel ilmiah bukan hanya soal isi yang kuat, tetapi juga soal bagaimana kamu menyusunnya sesuai standar jurnal. Banyak penulis termasuk mahasiswa dan peneliti pemula sebenarnya sudah punya riset yang bagus, tetapi gagal di tahap publikasi karena tidak mengikuti template dan author guidelines dengan tepat.

Padahal, di mata editor, format dan kesesuaian teknis adalah “first impression” sebelum mereka menilai kualitas isi.
Nah, di artikel ini kamu akan mendapatkan:
  • Template dasar artikel jurnal ilmiah
  • Cara menyesuaikannya dengan author guidelines
  • Tips praktis agar peluang diterima lebih besar
Kenapa Template dan Author Guidelines Itu Penting?
Sebelum masuk ke template, kita perlu luruskan satu hal, Artikel yang tidak sesuai format bisa langsung ditolak, bahkan sebelum dibaca reviewer.
Setiap jurnal punya aturan berbeda, mulai dari:
  • Struktur penulisan
  • Gaya sitasi
  • Jumlah kata
  • Format tabel dan gambar

Artinya, menulis tanpa mengacu pada guideline = risiko penolakan tinggi sejak awal.

Setelah memahami pentingnya hal ini, sekarang kita masuk ke bagian yang paling praktis: template dasar artikel jurnal ilmiah.

Template Artikel Jurnal Ilmiah (Struktur Standar)
Berikut template umum yang bisa kamu gunakan sebagai fondasi:
1. Judul (Title)
  • Singkat, jelas, dan spesifik
  • Mengandung keyword utama
  • Maksimal 12–15 kata (tergantung jurnal)
2. Abstrak (Abstract)
  • Ringkasan penelitian (tujuan, metode, hasil)
  • Biasanya 150–250 kata
  • Tanpa sitasi
3. Pendahuluan (Introduction)
  • Latar belakang
  • Gap penelitian
  • Tujuan penelitian
4. Metodologi (Methods)
  • Jenis penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Metode analisis
5. Hasil (Results)
  • Temuan utama
  • Disajikan dalam tabel/grafik jika perlu
6. Pembahasan (Discussion)
  • Interpretasi hasil
  • Perbandingan dengan penelitian sebelumnya
  • Implikasi penelitian
7. Kesimpulan (Conclusion)
  • Ringkasan hasil utama
  • Jawaban dari tujuan penelitian
8. Daftar Pustaka (References)
  • Sesuai gaya sitasi jurnal (APA, IEEE, dll)
Dari Template ke Realita: Kenapa Masih Banyak yang Ditolak?
Kalau template sudah jelas, kenapa masih banyak artikel ditolak?
Jawabannya sederhana, Banyak penulis berhenti di “pakai template”, tapi tidak benar-benar menyesuaikan dengan author guidelines jurnal tujuan. Di sinilah sering terjadi mismatch.

Cara Menyesuaikan Template dengan Author Guidelines
Agar tidak sekadar “rapi”, tapi juga “sesuai standar jurnal”, lakukan ini:
1. Baca Author Guidelines Secara Detail
Jangan hanya scan. Perhatikan:
  • Format heading
  • Struktur subjudul
  • Gaya bahasa
  • Batasan jumlah kata
2. Gunakan Template Resmi dari Jurnal
  • Sebagian besar jurnal menyediakan template dalam format Doc/Docx. Gunakan itu, bukan template generik.
3. Sesuaikan Gaya Sitasi
Setiap jurnal punya standar:
  • APA
  • IEEE
  • Vancouver
  • Harvard
Kesalahan kecil di sini bisa berdampak besar.

4. Perhatikan Format Teknis
Termasuk:
  • Margin
  • Spasi
  • Font
  • Penomoran
Ini terlihat sepele, tapi sangat diperhatikan editor.

5. Cek Konsistensi dari Awal sampai Akhir
  • Banyak artikel terlihat rapi di awal, tapi berantakan di tengah.
  • Pastikan format konsisten di seluruh dokumen.
Tips Praktis Agar Artikel Lebih “Siap Submit”
Setelah template dan guideline sudah sesuai, ada beberapa langkah tambahan yang bisa meningkatkan kualitas:
  • Gunakan bahasa ilmiah yang jelas dan tidak bertele-tele
  • Hindari plagiarisme (cek similarity)
  • Pastikan ada novelty dalam penelitian
  • Mintakan review dari teman atau mentor
Tujuannya bukan hanya “benar”, tapi juga layak publish.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Untuk memperjelas, berikut kesalahan yang sering terjadi:
  • Menggunakan template lama atau tidak sesuai jurnal
  • Tidak membaca author guidelines secara lengkap
  • Format sitasi tidak konsisten
  • Struktur tidak mengikuti standar IMRAD
  • Submit tanpa final checking
Kombinasi dari kesalahan ini sering menjadi penyebab artikel ditolak.

Kesimpulan
Template artikel jurnal ilmiah memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu.
Yang benar-benar membuat perbedaan adalah:
  • Seberapa tepat kamu mengikuti author guidelines
  • Seberapa konsisten format yang kamu gunakan
  • Seberapa siap artikel kamu untuk dinilai secara akademik
Penutup: Jangan Berhenti di Template, Pastikan Sampai Diterima
Sekarang kamu sudah punya gambaran tentang template artikel jurnal ilmiah dan bagaimana menyesuaikannya dengan author guidelines. Artinya, kamu sudah selangkah lebih dekat ke publikasi.
Namun di praktiknya, banyak penulis masih menghadapi kendala:
  • Bingung memilih jurnal yang tepat
  • Ragu apakah format sudah sesuai
  • Tidak yakin artikel siap untuk submit
Nah, daripada artikelmu berhenti di draft atau ditolak karena hal teknis, pastikan semuanya sudah benar-benar sesuai standar jurnal.

Kalau kamu ingin proses ini lebih terarah dan minim risiko, kamu bisa mempertimbangkan IDPublishing.
Di IDPublishing, kamu akan didampingi dalam proses publikasi, mulai dari memastikan artikel sesuai template dan author guidelines, hingga mendampingi proses submit agar peluang diterima oleh editor semakin besar. Jadi bukan sekadar menulis, tapi memastikan artikelmu benar-benar lolos dan terbit di jurnal ilmiah.