Sudah menyelesaikan penelitian, tetapi masih bingung bagaimana mengubahnya menjadi artikel yang dapat diterbitkan di jurnal? Situasi ini cukup umum dialami mahasiswa, dosen, maupun peneliti pemula.
Masalahnya, cara publikasi jurnal ilmiah bukan sekadar mengirimkan file artikel kepada pengelola jurnal. Penulis harus memilih jurnal yang sesuai, mengikuti pedoman penulisan, melakukan submit, menghadapi peer review, memperbaiki artikel berdasarkan komentar reviewer, hingga menunggu keputusan editor.
Kesalahan pada salah satu tahap tersebut dapat membuat naskah dikembalikan atau bahkan ditolak sebelum memasuki proses review.
Karena itu, memahami proses publikasi sejak awal dapat membantu penulis mempersiapkan artikel dengan lebih baik dan menghindari kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah.
Publikasi jurnal ilmiah adalah proses penerbitan hasil penelitian atau kajian akademik melalui sebuah jurnal ilmiah setelah melewati tahapan editorial tertentu.
Artikel yang dikirimkan umumnya akan melalui pemeriksaan awal oleh editor dan proses peer review, yaitu evaluasi naskah oleh reviewer yang memiliki keahlian pada bidang terkait.
Tujuannya bukan sekadar menerbitkan tulisan, tetapi memastikan penelitian yang dipublikasikan memenuhi standar akademik dan ruang lingkup jurnal tersebut.
Bentuk artikel yang diterbitkan dapat berbeda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya, misalnya:
Karena itu, penulis perlu membaca informasi pada website jurnal sebelum mengirimkan manuskrip.
Publikasi merupakan bagian penting dari komunikasi akademik karena memungkinkan hasil penelitian dibaca, dikaji, dan dikembangkan oleh komunitas ilmiah yang lebih luas.
Bagi seorang peneliti, publikasi juga menjadi sarana untuk mendokumentasikan kontribusi ilmiah yang telah dilakukan.
Publikasi jurnal dapat memberikan berbagai manfaat, seperti:
Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal apabila artikel diterbitkan melalui jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian dan memiliki tata kelola penerbitan yang jelas.
Berikut tahapan umum proses publikasi jurnal yang perlu dipahami penulis sebelum melakukan submission.
Langkah pertama adalah memastikan penelitian telah menghasilkan temuan yang dapat dikomunikasikan secara ilmiah.
Peneliti perlu mengetahui dengan jelas:
Jangan terburu-buru memilih jurnal apabila substansi penelitian sendiri belum tersusun dengan baik.
Artikel yang kuat bukan hanya memiliki data, tetapi juga mampu menjelaskan mengapa penelitian tersebut penting dan kontribusi apa yang diberikan terhadap bidang keilmuan terkait.
Skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dan artikel jurnal memiliki struktur serta karakteristik yang berbeda.
Karena itu, laporan penelitian tidak sebaiknya langsung dikirim dalam bentuk utuh sebagai artikel jurnal.
Secara umum, artikel penelitian terdiri dari:
Struktur tersebut dapat berbeda tergantung kebijakan masing-masing jurnal.
Penulis juga perlu menonjolkan research gap, kebaruan, serta kontribusi penelitian agar alasan pentingnya penelitian mudah dipahami oleh editor maupun reviewer.
Memilih jurnal merupakan salah satu tahap terpenting dalam cara publikasi jurnal ilmiah.
Jangan memilih jurnal hanya berdasarkan tingkat indeksasi atau akreditasinya.
Periksa terlebih dahulu bagian Aims and Scope atau Focus and Scope pada website jurnal.
Sebagai contoh, penelitian mengenai manajemen sumber daya manusia sebaiknya diarahkan ke jurnal yang memang menerima penelitian dalam bidang manajemen, sumber daya manusia, atau disiplin terkait.
Ketidaksesuaian antara topik artikel dengan ruang lingkup jurnal dapat menyebabkan manuskrip memperoleh desk rejection sebelum memasuki proses peer review.
Setelah menemukan jurnal potensial, buka bagian Author Guidelines, Submissions, atau panduan penulis pada website jurnal.
Perhatikan ketentuan seperti:
Setiap jurnal dapat memiliki aturan berbeda.
Mengikuti petunjuk sejak awal akan mengurangi pekerjaan format ulang dan membantu editor melakukan pemeriksaan awal manuskrip dengan lebih mudah.
Tahap berikutnya adalah menyesuaikan manuskrip dengan template jurnal yang dipilih.
Periksa kembali format:
Gunakan reference manager seperti Mendeley atau Zotero apabila diperlukan untuk membantu mengelola referensi.
Pastikan pula semua sumber yang dikutip di dalam teks tercantum pada daftar pustaka dan seluruh referensi dalam daftar pustaka memang digunakan di dalam artikel.
Konsistensi referensi menjadi salah satu detail teknis yang sering terlewat oleh penulis pemula.
Banyak jurnal ilmiah menggunakan sistem pengelolaan jurnal daring seperti Open Journal Systems atau OJS.
Pada tahap cara submit jurnal, penulis biasanya perlu membuat akun terlebih dahulu sebelum melakukan submission.
Selanjutnya, penulis dapat diminta untuk:
Pastikan metadata yang dimasukkan ke dalam sistem sama dengan informasi yang tercantum pada manuskrip.
Kesalahan nama penulis, urutan penulis, afiliasi, atau judul dapat menimbulkan masalah pada tahapan editorial berikutnya.
Setelah melewati pemeriksaan awal editor, manuskrip yang dinilai sesuai dapat dilanjutkan ke proses peer review.
Reviewer akan mengevaluasi berbagai aspek artikel, seperti metodologi, kebaruan, argumentasi, kualitas analisis, penyajian hasil, hingga kesesuaian referensi.
Hasil review dapat berupa permintaan:
Jangan melihat revisi sebagai sesuatu yang negatif.
Komentar reviewer merupakan bagian normal dari komunikasi ilmiah dan dapat membantu meningkatkan kualitas artikel.
Saat melakukan revisi, jawab setiap komentar reviewer secara sistematis. Jelaskan bagian yang telah diperbaiki dan berikan alasan akademik apabila terdapat saran yang tidak dapat diterapkan.
Setelah revisi dikirim, artikel dapat dievaluasi kembali oleh editor atau reviewer.
Jika artikel memenuhi standar jurnal, editor dapat memberikan keputusan penerimaan atau acceptance.
Namun, artikel yang telah diterima biasanya belum langsung tampil di website jurnal.
Masih terdapat beberapa tahapan produksi, seperti:
Setelah seluruh proses selesai, artikel akan dipublikasikan sesuai jadwal dan kebijakan jurnal.
Peneliti pemula sering kali terlalu fokus pada isi penelitian sehingga melewatkan berbagai persyaratan teknis jurnal.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
Persiapan sebelum submission sering kali sama pentingnya dengan proses submission itu sendiri.
Semakin baik penulis memahami aturan jurnal tujuan, semakin kecil risiko naskah dikembalikan hanya karena kesalahan administratif atau format.
Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk seluruh jurnal ilmiah.
Waktu publikasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain:
Karena itu, penulis sebaiknya memeriksa informasi mengenai publication process atau proses editorial pada jurnal yang dituju daripada berasumsi bahwa semua jurnal mempunyai waktu penerbitan yang sama.
Penulis juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan artikel pasti diterima atau diterbitkan tanpa melalui proses editorial yang wajar.
Sebelum melakukan submission, lakukan pemeriksaan terhadap jurnal yang menjadi target publikasi.
Pastikan beberapa hal berikut:
Scope jurnal sesuai dengan penelitian
Topik artikel harus berada dalam cakupan bidang yang diterima jurnal.
Website jurnal menyediakan informasi editorial yang jelas
Informasi mengenai penerbit, editor, kebijakan, dan proses publikasi harus mudah ditemukan.
Author Guidelines dapat diakses
Panduan penulis membantu mengetahui persyaratan teknis sebelum submission.
Editorial Board tercantum secara transparan
Informasi pengelola jurnal merupakan bagian penting dari transparansi penerbitan ilmiah.
Proses peer review dijelaskan
Penulis perlu mengetahui bagaimana artikel akan dievaluasi.
Edisi jurnal sebelumnya dapat ditemukan
Membaca artikel yang sudah terbit membantu memahami karakteristik topik dan gaya artikel yang diterima jurnal.
Informasi penerbit tersedia secara jelas
Identitas institusi atau penerbit jurnal sebaiknya dapat diverifikasi.
Biaya publikasi diinformasikan secara transparan
Apabila jurnal menerapkan biaya publikasi, informasi tersebut seharusnya tersedia secara jelas bagi penulis.
Jangan hanya berorientasi pada “cepat terbit”.
Kesesuaian bidang, tata kelola editorial, transparansi, dan kredibilitas jurnal jauh lebih penting bagi publikasi ilmiah dalam jangka panjang.
Memahami cara publikasi jurnal ilmiah akan membantu peneliti menghindari berbagai kesalahan sejak tahap persiapan manuskrip.
Prosesnya dimulai dari menyiapkan hasil penelitian, menyusun artikel, memilih jurnal yang sesuai, mengikuti Author Guidelines, melakukan submission, menjalani peer review, melakukan revisi, hingga artikel akhirnya diterbitkan.
Kunci utamanya adalah memilih jurnal berdasarkan kesesuaian bidang dan mempersiapkan artikel sesuai dengan standar jurnal tujuan.
Sedang mencari jurnal ilmiah yang sesuai dengan bidang penelitian Anda? Jelajahi jurnal-jurnal yang diterbitkan IDPublishing dan temukan jurnal dengan focus and scope yang relevan dengan topik penelitian Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau kerja sama, silakan hubungi:
Humas PT Penerbit Jurnal Indonesia (IDPUBLISHING)
Email: [email protected]
Telepon/WhatsApp: wa.me/idpub
Website: idpublishing.org
Alamat: Jl. Sidorejo, Gg. Nakula No. C12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta 55182