03 September 2026
Berita
Oleh Marketing IDPublishing

Apa Itu DOI pada Jurnal Ilmiah dan Mengapa Penting?

Pernah membaca artikel ilmiah dan menemukan rangkaian karakter seperti 10.xxxx/xxxxx pada halaman artikel atau daftar pustaka?

Banyak mahasiswa dan peneliti pernah melihat kode tersebut, tetapi belum memahami apa sebenarnya fungsi DOI dalam publikasi ilmiah.

Padahal, memahami apa itu DOI penting bagi siapa pun yang aktif membaca, menulis, atau menerbitkan artikel jurnal. DOI membantu sebuah karya ilmiah memiliki identitas digital yang dapat digunakan untuk menemukan publikasi tersebut secara lebih konsisten.

Lalu, apa sebenarnya DOI, bagaimana cara kerjanya, dan apakah semua jurnal harus memiliki DOI?

Berikut penjelasannya.

 

 

Apa Itu DOI?

DOI adalah singkatan dari Digital Object Identifier.

Secara sederhana, DOI merupakan pengenal atau identitas digital unik yang diberikan kepada suatu objek digital, termasuk artikel jurnal ilmiah.

Dalam konteks publikasi akademik, DOI digunakan untuk membantu mengidentifikasi artikel secara spesifik.

Artinya, setiap artikel yang memiliki DOI akan mempunyai identitas yang berbeda dari artikel lainnya.

DOI dapat diberikan pada berbagai jenis karya digital, misalnya:

  • Artikel jurnal
  • Buku
  • Bab buku
  • Prosiding konferensi
  • Dataset
  • Laporan penelitian
  • Karya akademik digital lainnya

Dalam publikasi jurnal, DOI paling sering ditemukan pada halaman artikel maupun informasi metadata publikasi.

 

Bagaimana Bentuk DOI pada Artikel Ilmiah?

DOI umumnya berbentuk rangkaian angka dan karakter.

Contohnya dapat terlihat seperti:

10.xxxx/xxxxx

Bagian awal DOI biasanya merupakan prefix yang berkaitan dengan registrant atau penerbit, sedangkan bagian setelah tanda garis miring merupakan suffix yang mengidentifikasi objek tertentu.

Karena setiap artikel memiliki identitas unik, dua artikel yang berbeda tidak seharusnya menggunakan DOI yang sama.

Saat ditampilkan sebagai tautan, DOI biasanya diarahkan melalui domain resolver DOI sehingga pengguna dapat menuju halaman artikel yang bersangkutan.

Bagi peneliti, DOI mempermudah proses menemukan sumber yang pernah dikutip meskipun alamat halaman website jurnal berubah.

 

Apa Fungsi DOI dalam Publikasi Jurnal?

DOI tidak hanya berfungsi sebagai kode tambahan pada artikel.

Dalam ekosistem publikasi ilmiah, DOI mempunyai beberapa fungsi penting.

 

1. Memberikan Identitas Permanen pada Artikel

Website jurnal dapat berubah.

Struktur URL dapat diperbarui, domain dapat berubah, atau sistem penerbitan dapat mengalami migrasi.

Jika peneliti hanya bergantung pada URL biasa, tautan yang digunakan dalam referensi berpotensi tidak dapat diakses setelah perubahan tersebut.

DOI dirancang sebagai identifier persisten.

Selama metadata DOI dikelola dengan benar, pengguna dapat menggunakan DOI untuk menemukan lokasi terbaru dari artikel tersebut.

Karena itu, DOI sangat berguna dalam komunikasi ilmiah jangka panjang.

 

2. Memudahkan Penelusuran Publikasi

Bayangkan terdapat beberapa artikel dengan judul yang mirip.

Pencarian berdasarkan judul saja dapat menghasilkan banyak hasil dan menyebabkan kebingungan.

Dengan DOI, peneliti dapat mengidentifikasi artikel secara lebih spesifik.

Jika sebuah artikel memiliki DOI, peneliti dapat menggunakan identifier tersebut untuk:

  • Mencari artikel
  • Mengidentifikasi publikasi
  • Membagikan referensi
  • Memastikan sumber yang digunakan
  • Mengakses halaman artikel

Hal ini membuat proses pencarian literatur menjadi lebih efisien.

 

3. Membantu Sitasi Akademik

DOI sering digunakan dalam sitasi dan daftar pustaka.

Berbagai gaya referensi akademik juga mendukung pencantuman DOI sebagai bagian dari informasi bibliografi.

Contohnya, ketika sebuah artikel mempunyai DOI, penulis dapat memasukkannya bersama informasi seperti:

  • Nama penulis
  • Tahun publikasi
  • Judul artikel
  • Nama jurnal
  • Volume
  • Nomor
  • Halaman atau nomor artikel
  • DOI

Keberadaan DOI membantu pembaca menemukan sumber asli yang digunakan oleh penulis.

Karena itu, penulis sebaiknya mencantumkan DOI apabila memang tersedia dan sesuai dengan gaya sitasi jurnal yang digunakan.

 

4. Mempermudah Pengelolaan Metadata

Metadata adalah informasi yang menjelaskan sebuah publikasi.

Metadata artikel jurnal dapat mencakup:

  • Judul artikel
  • Nama penulis
  • Afiliasi
  • Abstrak
  • Kata kunci
  • Nama jurnal
  • Volume
  • Nomor
  • Tahun
  • DOI

DOI membantu menghubungkan identitas artikel dengan metadata tersebut.

Bagi penerbit dan pengelola jurnal, pengelolaan DOI yang baik menjadi bagian penting dari infrastruktur penerbitan digital.

Metadata yang akurat juga membantu artikel lebih mudah dikenali oleh berbagai sistem informasi ilmiah.

 

5. Mendukung Visibilitas Artikel Ilmiah

Salah satu tantangan dalam publikasi ilmiah adalah memastikan artikel dapat ditemukan.

DOI dapat membantu meningkatkan keterhubungan sebuah artikel dengan berbagai layanan akademik yang menggunakan metadata publikasi.

Hal tersebut dapat membantu:

  • Mempermudah identifikasi artikel
  • Mendukung proses pengindeksan
  • Mempermudah pengelolaan referensi
  • Mengurangi kesalahan dalam identifikasi publikasi
  • Meningkatkan keterhubungan antarsumber ilmiah

Namun, penting dipahami bahwa DOI bukan satu-satunya faktor yang menentukan visibilitas sebuah artikel.

Kualitas metadata, struktur website jurnal, pengindeksan, kualitas artikel, dan distribusi publikasi juga mempunyai peran penting.

 

Apa Perbedaan DOI dan URL?

DOI dan URL sering dianggap sama karena keduanya dapat digunakan untuk membuka sebuah artikel.

Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

URL menunjukkan lokasi suatu halaman di internet.

Sementara itu, DOI merupakan identifier yang mengidentifikasi objek digital.

Sebagai gambaran:

URL: alamat tempat artikel berada.

DOI: identitas unik artikel.

Jika sebuah website jurnal mengubah alamat artikelnya, URL lama dapat berhenti berfungsi.

DOI dapat tetap digunakan selama informasi tujuan atau metadata DOI diperbarui dengan benar oleh pihak yang bertanggung jawab.

Karena itu, DOI sering dianggap lebih stabil untuk keperluan sitasi jangka panjang dibandingkan URL biasa.

 

Apakah Semua Jurnal Memiliki DOI?

Tidak semua jurnal memiliki DOI.

Keberadaan DOI bergantung pada kebijakan dan infrastruktur penerbit.

Ada jurnal yang memberikan DOI untuk setiap artikel yang diterbitkan, tetapi ada pula jurnal yang belum menggunakan DOI.

Karena itu, tidak adanya DOI tidak otomatis berarti sebuah jurnal tidak ilmiah.

Sebaliknya, adanya DOI juga tidak otomatis membuktikan bahwa sebuah jurnal mempunyai kualitas akademik tinggi.

Penulis tetap perlu mengevaluasi jurnal dari berbagai aspek, seperti:

  • Kredibilitas penerbit
  • Editorial board
  • Proses peer review
  • Focus and scope
  • Kebijakan publikasi
  • Transparansi biaya
  • Riwayat terbitan
  • Status akreditasi atau indeksasi

DOI sebaiknya dipahami sebagai bagian dari infrastruktur publikasi, bukan sebagai satu-satunya indikator kualitas jurnal.

 

Bagaimana Cara Mengecek DOI Artikel?

Ada beberapa cara sederhana untuk melakukan cara cek DOI jurnal atau artikel ilmiah.

1. Periksa Halaman Artikel

Buka halaman artikel pada website jurnal.

DOI biasanya dicantumkan bersama metadata artikel, seperti:

  • Judul
  • Penulis
  • Volume dan nomor
  • Tanggal publikasi
  • DOI

 

2. Periksa File PDF

Beberapa jurnal juga mencantumkan DOI pada file PDF artikel.

Lokasinya dapat berada:

  • Di halaman pertama
  • Di bagian header
  • Di footer
  • Di bagian informasi artikel

 

3. Periksa Informasi Sitasi

Jika website jurnal menyediakan fitur citation atau export citation, DOI biasanya ikut tercantum apabila artikel tersebut memang memiliki DOI.

 

4. Gunakan DOI sebagai Tautan

DOI juga dapat diuji melalui resolver DOI.

Jika DOI aktif dan metadata tujuannya benar, pengguna akan diarahkan ke halaman publikasi terkait.

Namun, apabila DOI tidak dapat diakses, jangan langsung menyimpulkan bahwa artikel tersebut tidak valid.

Ada kemungkinan terjadi masalah konfigurasi, metadata, atau pembaruan URL.

 

Bagaimana Cara Menuliskan DOI dalam Daftar Pustaka?

Cara menuliskan DOI bergantung pada gaya sitasi yang digunakan.

Beberapa gaya referensi modern menyarankan DOI ditampilkan dalam bentuk URL.

Secara umum, penulis perlu mengikuti ketentuan jurnal tujuan.

Jangan mengubah struktur DOI secara sembarangan.

Jika artikel memiliki DOI, gunakan DOI yang tercantum pada sumber resmi publikasi.

Penggunaan reference manager seperti:

  • Mendeley
  • Zotero
  • EndNote

dapat membantu mengelola informasi DOI dalam daftar pustaka.

Namun, penulis tetap perlu memeriksa kembali hasil sitasi otomatis.

Kesalahan metadata dari reference manager dapat menyebabkan DOI, judul, nama penulis, atau informasi bibliografi lainnya tidak sesuai.

 

Apakah DOI Membuktikan Jurnal Terindeks SINTA atau Scopus?

Tidak.

Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang perlu dihindari.

Jurnal yang mempunyai DOI belum tentu terakreditasi SINTA atau terindeks Scopus.

DOI merupakan identifier digital, sedangkan SINTA dan Scopus berkaitan dengan sistem akreditasi, indeksasi, atau basis data akademik dengan mekanisme evaluasi masing-masing.

Karena itu, jangan menggunakan keberadaan DOI sebagai satu-satunya bukti indeksasi jurnal.

Jika sebuah jurnal mengklaim memiliki status tertentu, lakukan verifikasi melalui sumber resmi yang relevan.

Penulis perlu membedakan antara:

  • DOI
  • ISSN
  • Akreditasi
  • Indeksasi
  • Impact metrics
  • Status penerbitan

Semua istilah tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika DOI Tidak Bisa Dibuka?

Terkadang peneliti menemukan DOI yang tidak dapat diarahkan ke halaman artikel.

Masalah tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Misalnya:

  • Kesalahan penulisan DOI
  • Metadata belum diperbarui
  • URL artikel berubah
  • DOI belum aktif
  • Kesalahan konfigurasi pada sisi penerbit
  • Artikel dipindahkan ke platform lain

Langkah pertama adalah memastikan DOI ditulis dengan benar.

Kemudian, periksa artikel melalui website resmi jurnal menggunakan judul atau nama penulis.

Jika DOI memang tercantum tetapi tetap tidak berfungsi, penulis dapat menghubungi pengelola jurnal atau penerbit.

Bagi pengelola jurnal, pengecekan DOI secara berkala penting dilakukan agar tautan publikasi tetap terhubung dengan halaman artikel yang benar.

 

Kesimpulan

Apa itu DOI? DOI atau Digital Object Identifier adalah identitas digital unik yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu objek digital, termasuk artikel jurnal ilmiah.

Dalam publikasi akademik, DOI membantu artikel memiliki identifier yang konsisten, mempermudah pencarian, mendukung sitasi, serta membantu pengelolaan metadata publikasi.

Namun, DOI bukan indikator tunggal kualitas jurnal.

Keberadaan DOI juga tidak otomatis menunjukkan bahwa sebuah jurnal terakreditasi SINTA atau terindeks Scopus.

Peneliti tetap perlu menilai jurnal berdasarkan kredibilitas penerbit, proses editorial, peer review, transparansi, serta status indeksasi yang dapat diverifikasi.

Sedang mencari jurnal ilmiah yang sesuai dengan bidang penelitian Anda? Jelajahi jurnal-jurnal yang diterbitkan IDPublishing dan temukan jurnal dengan focus and scope yang relevan dengan penelitian Anda.

 

Kontak Media

Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau kerja sama, silakan hubungi:

Humas PT Penerbit Jurnal Indonesia (IDPUBLISHING)

Email: [email protected]
Telepon/WhatsApp: wa.me/idpub
Website: idpublishing.org
Alamat: Jl. Sidorejo, Gg. Nakula No. C12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta 55182