14 April 2026
Berita
Oleh Marketing IDPublishing



Menulis artikel ilmiah itu tidak mudah. Tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika artikel yang sudah kamu kerjakan berbulan-bulan justru berakhir dengan satu kata: Rejected.

Faktanya, banyak penolakan bukan karena penelitian kamu buruk, tetapi karena ada kesalahan-kesalahan mendasar yang sering tidak disadari—terutama oleh mahasiswa dan peneliti pemula. Kalau kamu ingin memahami alasan artikel ditolak editor jurnal, artikel ini akan membantu kamu menghindari kesalahan yang sama dan meningkatkan peluang publish.


Kenapa Artikel Ilmiah Sering Ditolak?

Sebelum masuk ke daftar kesalahan, penting untuk memahami perspektif editor dan reviewer. Mereka tidak mencari artikel yang “sempurna”, tetapi yang:

  • Relevan dengan jurnal
  • Memiliki kontribusi ilmiah (novelty)
  • Disusun dengan standar akademik yang jelas

Jika salah satu saja tidak terpenuhi, kemungkinan besar artikel akan ditolak.


Nah, berdasarkan kriteria tersebut, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan penulis dan tanpa disadari menjadi penyebab utama penolakan.

Berikut 10 kesalahan yang harus kamu hindari jika ingin artikelmu lolos review,

1. Tidak Memiliki Kebaruan (Novelty)

Ini adalah alasan artikel ditolak jurnal yang paling sering terjadi. Artikel kamu mungkin rapi, tetapi jika tidak menawarkan sesuatu yang baru, maka nilainya rendah di mata reviewer.

Ciri-ciri:

  • Topik terlalu umum
  • Tidak ada gap penelitian
  • Hanya mengulang penelitian sebelumnya

Dalam publikasi ilmiah, kontribusi baru adalah kunci utama.


2. Tidak Sesuai Scope Jurnal

Kesalahan klasik yang sering dianggap sepele. Mengirim artikel ke jurnal yang tidak relevan dengan topik penelitian adalah langkah yang hampir pasti berujung penolakan.

Solusinya: pahami fokus dan scope jurnal sebelum submit.


3. Struktur Artikel Tidak Sesuai Standar

Struktur yang tidak jelas membuat reviewer kesulitan memahami isi penelitian. Masalah yang sering muncul:

  • Pendahuluan terlalu panjang atau tidak fokus
  • Metodologi tidak sistematis
  • Pembahasan tidak terarah

Gunakan struktur IMRAD sebagai standar dasar.


4. Metodologi Lemah atau Tidak Transparan

Metodologi adalah fondasi penelitian. Jika bagian ini lemah:

  • Validitas penelitian dipertanyakan
  • Hasil dianggap tidak kredibel

Pastikan metode dijelaskan secara rinci dan logis.


5. Data Tidak Kuat atau Tidak Relevan

Data yang tidak mendukung tujuan penelitian akan melemahkan keseluruhan artikel.

Contoh masalah:

  • Data tidak cukup
  • Tidak konsisten
  • Tidak menjawab rumusan masalah

Data harus relevan, cukup, dan dapat dipertanggungjawabkan.


6. Pembahasan Kurang Mendalam

Banyak penulis hanya mendeskripsikan hasil tanpa analisis. Padahal yang diharapkan reviewer:

  • Interpretasi hasil
  • Perbandingan dengan penelitian lain
  • Insight baru

Tanpa ini, artikel terasa “dangkal”.


7. Kesalahan Sitasi dan Referensi

Ini termasuk alasan artikel ditolak editor jurnal yang cukup fatal.

Kesalahan umum:

  • Format tidak konsisten
  • Referensi lama atau tidak relevan
  • Kutipan tanpa sumber

Gunakan tools seperti Mendeley atau Zotero untuk menjaga konsistensi.


8. Bahasa Tidak Sesuai Standar Ilmiah

Bahasa yang digunakan harus:

  • Formal
  • Objektif
  • Jelas dan tidak bertele-tele

Jika tulisan sulit dipahami, reviewer akan kesulitan menilai kualitas penelitian.


9. Tidak Mengikuti Author Guidelines

Setiap jurnal memiliki aturan yang berbeda. Kesalahan kecil seperti:

  • Format salah
  • Template tidak digunakan
  • Jumlah kata tidak sesuai

Bisa langsung menyebabkan penolakan, bahkan tanpa review mendalam.


10. Proses Submit Tidak Profesional

Banyak penulis fokus pada artikel, tapi mengabaikan proses submit.

Kesalahan umum:

  • Cover letter asal-asalan
  • Metadata tidak lengkap
  • Salah upload file

Ini menciptakan kesan tidak serius di mata editor.


Cara Menghindari Penolakan Jurnal Ilmiah

Setelah mengetahui berbagai penyebab penolakan, berikut langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Pilih topik dengan novelty
  • Targetkan jurnal yang tepat
  • Ikuti struktur ilmiah secara konsisten
  • Perkuat metodologi dan analisis
  • Perhatikan detail teknis (sitasi, format, guideline)

Intinya: bukan hanya menulis, tapi menulis sesuai standar publikasi.


Kesimpulan

Sebagian besar penolakan artikel ilmiah sebenarnya bisa dihindari.

Dengan memahami alasan artikel ditolak jurnal, kamu bisa:

  • Menghindari kesalahan yang sama
  • Meningkatkan kualitas artikel
  • Memperbesar peluang untuk publish


Saatnya Naik Level ke Tahap Publish

Nah sekarang kamu sudah tahu kan apa saja kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi. Artinya, kamu juga sudah tahu apa yang perlu diperbaiki sebelum submit.

Tapi di sisi lain, proses publikasi jurnal memang tidak sederhana:

  • Harus memilih jurnal yang tepat
  • Memahami sistem submission
  • Menghadapi proses review yang tidak selalu mudah

Di sinilah banyak penulis berhenti.


Kalau kamu ingin melangkah lebih jauh, kamu bisa mempertimbangkan IDPublishing.

IDPublishing berfokus pada pendampingan publikasi jurnal ilmiah, mulai dari:

  • Membantu menentukan jurnal yang sesuai
  • Mendampingi proses submit
  • Mengawal revisi hingga artikel benar-benar publish

Jadi bukan sekadar menulis, tapi memastikan artikel kamu benar-benar terbit di jurnal ilmiah.

Kamu juga bisa cek insight dan edukasi lainnya di Instagram IDPublishing